PojokTIM – Sebuah karya sastra tidak pernah benar-benar selesai ketika buku ditutup. Ia dapat terus […]
PojokTIM - Sebuah karya sastra tidak pernah benar-benar selesai ketika buku ditutup. Ia dapat terus hidup melalui […]
Berita Terkait
PojokTIM
Ketika Proses Pembentukan DKJ Dipertanyakan
Oleh Gunoto Saparie Ada masa ketika kesenian membutuhkan panggung. Ada masa ketika ia membutuhkan gedung. […]
Bertemu di Cikini, Absurditas dan Dendam Revolusi dalam Novel Winarta
PojokTIM — Menggali kembali memori kelam masa revolusi melalui sastra menjadi sajian utama pada hari […]
Hujan Kepagian Menembus Mitos Heroisme
PojokTIM — Membedah ulang narasi sejarah tidak selalu berarti merayakan kemenangan atau mengagungkan mitos kepahlawanan. […]
Digelar di SMPN 273 Jakarta, LKBBI Diikuti 116 Siswa
PojokTIM – Lomba Keterampilan Berbahasa dan Bersastra Indonesia (LKBBI) bukan sekadar panggung kompetisi, melainkan kawah […]
Tradisi Gowok dalam Diskusi Novel Nyi Sadikem
PojokTIM — Sebagai sebuah novel berlatar belakang peristiwa masa lampau, Nyi Sadikem karya Artie Ahmad […]
Di Tanah Waktu, Panggung Tumbuh: Ketika Anak-anak Membawa Nama Indonesia
Oleh: Emi Suy Ada kabar yang membuat waktu berhenti sebentar. Bukan karena Indonesia kembali disebut […]
Ketika Waktu Menghapus Ingatan: Tragedi Kepulangan yang Terlambat
Oleh: Nanang R. Supriyatin 𝐊𝐮𝐦𝐩𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐜𝐞𝐫𝐩𝐞𝐧 “Aku Pulang Saat Kamu Lupa Cara Mengingatku” karya Yon […]
Hadir Kembali, Sanfest 2026 Hidupkan Nilai Al-Qur’an Lewat Film
PojokTIM – Sukses dengan gelaran pertama tahun 2025, kini Santri Film Festival (Sanfest) hadir kembali […]
Ketika Kehilangan Menjadi Cara untuk Mengingat
Oleh Riri Satria Beberapa hari yang lalu saya menerima sebuah buku kumpulan cerpen karya Yon […]
