PojokTIM –
Tuan dan Nyonya ….
Panggilan itu menjadi ciri khas pembawa acara, namun lebih mirip announcer, Titik Sua di Balai Pustaka ketika menyapa peserta dan penonton. Penggilan itu mengingatkan kita pada suasana zaman old.
Ya, Balai Pustaka memang sudah berdiri sejak 100 tahun lebih. Menemani para sastrawan dan penulis Indonesia berkarya sejak Hindia Belanda. Menerbitkan ratusan ribu buku sastra yang menjadi bacaan anak-anak Indonesia, lintas zaman, lintas generasi.
Kini Balai Pustaka menolak sudah. Terus menggeliat di tengah perubahan yang tak mampu ditolak. Titik Sua merupakan ruang open mic untuk mempertemukan narasi dan emosi. Peserta bebas berekspresi lewat puisi, dongeng, pembacaan cerpen, monolog sastra, dan lainnya.
“Temukan vibe baru di Balai Pustaka yang imersif. Bertemu dan terhubung dengan komunitas pecinta sastra,” tulis Balai Pustaka dalam akun media sosialnya.
Pada perhelatan Titik Sua ketiga, Jumat (8/8/2025), tampil sejumlah penyair dan pecinta sastra seperti Nunung Noor El Niel, Udi Utama, Rissa Churria dan duo Tersajakkanlah.
Bagi yang tertarik ingin menjajal ekspresi tanpa batas, nantikan Titik Sua #4 di Toko Buku Balai Pustaka: Jalan Bunga, Matraman, Jakarta Timur.
*Tulisan ini sudah tayang di Majalah PojokTIM Vol. I