KASTARA Bahas Penguatan Iklim Sastra Bersama Sudin Kebudayaan Jakarta Utara

Ketua KASTARA sedang memaparkan program kerjanya kepada Kasudin Kebudayaan Jakarta Utara.Foto: Andi

PojokTIM – Komunitas Sastra Jakarta Utara (KASTARA) melakukan audiensi dengan Kepala Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Utara, Rabu (11/2/2026) siang di Gedung Aki Tirem, Jakarta Utara. Audiensi ini menjadi langkah awal KASTARA untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan ekosistem sastra di wilayah pesisir Jakarta tersebut.

Ketua KASTARA, Riyandi, hadir bersama lima pengurus lainnya, yakni Suaeb Mabub (penasihat), Opick Borne (divisi publikasi), Hinarto (divisi perpustakaan dan rumah tangga), serta Sri Wati dan Dedeh Karma (divisi pagelaran). Dalam audiensi itu, Riyandi melaporkan struktur kepengurusan sekaligus latar belakang berdirinya KASTARA.

“KASTARA dibentuk pada 11 Oktober 2025 sebagai anak bungsu komunitas sastra yang ada di Jakarta,” ujar Riyandi di hadapan jajaran Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara.

Pada kesempatan tersebut, Riyandi juga memaparkan visi, misi, dan sejumlah program yang telah dijalankan. Di antaranya adalah pembinaan menulis dan membaca puisi bagi anak-anak usia SD dan SMP, serta pelatihan ngebuleng yang dilaksanakan di Rumah Si Pitung bekerja sama dengan Museum Bahari. Kegiatan pelatihan ini rutin digelar setiap Minggu pertama dan Minggu ketiga setiap bulan, dengan peserta dari kalangan SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa.

Audiensi itu disambut langsung oleh Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara, Dya Permita, didampingi Kasi Pembinaan Wawan dan Nanta. Dya Permita menyampaikan apresiasi atas inisiatif KASTARA dalam menghidupkan iklim sastra di Jakarta Utara.

“Sudin Kebudayaan Jakarta Utara akan mendukung setiap kegiatan KASTARA di wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara. Ke depan, KASTARA juga akan kita libatkan dalam pelaksanaan pelatihan kegiatan sastra dan kebudayaan lainnya,” ujar Dya Permita.

Melalui pertemuan ini, KASTARA berharap dapat memperluas jangkauan kegiatan sastra ke ruang-ruang publik dan pendidikan, sekaligus membangun basis pembaca dan penulis muda di Jakarta Utara. Sinergi antara komunitas sastra dan pemerintah daerah ini dipandang penting untuk menjaga keberlanjutan tradisi literasi serta memperkuat identitas kebudayaan lokal di tengah arus urbanisasi.

Bagikan ke Media Sosial

Pos terkait