PojokTIM – Pekik histeris spontan membahana di Lantai 14 Balai Bahari, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, saat pembawa acara mengumumkan nama-nama pemenang lomba. Tangis haru dan gembira pecah di antara para peserta. Mereka saling berpelukan dan memberi semangat satu sama lain, menciptakan suasana hangat di penutupan ajang seni tersebut.
Suasana emosional itu menandai berakhirnya Festival Komunitas Sastra Jakarta Utara 2026 yang diselenggarakan oleh Komunitas Sastra Jakarta Utara (Kastara) selama dua hari, Minggu dan Senin (18–19/10/2026).
Mengusung tema “Berkarya Mencipta Sastra”, perhelatan yang baru pertama kali diadakan ini menjadi tonggak sejarah baru dalam memperkuat predikat Jakarta sebagai Kota Sastra Dunia yang diberikan UNESCO pada tahun 2021.
Rangkaian kegiatan hari pertama diselenggarakan di Lantai 3 Balai Yos Sudarso yang diisi dengan Lomba Menulis Cerpen dan Cipta Puisi, serta Diskusi Sastra Pesisir bertajuk “Membaca Ulang Sastra Bahari Pesisir Utara di 500 Tahun Jakarta” dengan menghadirkan panelis Riri Satria (akademisi), Sueb Mahbub (budayawan), dan Oman Rohman Rakinda (Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta) dengan moderator Mudi Riyanti.
Sementara pada hari kedua yang berlangsung di Lantai 14 Balai Bahari, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, diisi dengan Lomba Baca Puisi dan Monolog.
Saat melaporkan kegiatan atas nama panitia, Sueb Mahbub mengungkapkan bahwa festival perdana ini menghadirkan empat cabang perlombaan dengan total ratusan peserta dari berbagai kalangan. Rinciannya mencakup lomba menulis cerpen (32 peserta), cipta puisi (26 peserta), baca puisi (45 peserta), dan monolog (12 peserta).
“Kegiatan ini merupakan langkah perdana yang menjadi catatan sejarah awal untuk pelaksanaan festival sastra di tahun-tahun berikutnya,” ujar Sueb dalam sambutannya.
Sueb membandingkan keberadaan panggung sastra dengan Festival Teater Jakarta (FTJ) yang sudah mengakar sejak tahun 1971. Menurutnya, insan sastra di Jakarta Utara tergerak untuk menghadirkan wadah serupa agar potensi literasi, khususnya bidang sastra, di wilayah itu terwadahi secara berkelanjutan.
“Sastrawan dan para pegiat literasi sadar bahwa Jakarta sudah disapa sebagai kota literasi dunia. Festival ini menjadi momentum penting agar kita tidak sekadar menyandang gelar, tetapi benar-benar bergerak dan berkarya,” tegasnya.

Sueb Mahbub
Ia juga berharap adanya sinergi yang lebih luas dengan instansi pemerintah setempat. Selain memberikan apresiasi berupa dana pembinaan, sertifikat dari ajang ini diharapkan memiliki bobot tersendiri bagi para peserta. Apalagi, karya dan penampilan para peserta dinilai langsung oleh sastrawan terkemuka tanah air yang bertindak sebagai dewan juri.
Apresiasi Pemkot Jakarta Utara
Sementara itu, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Kota Jakarta Utara, Anita Permatasari, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Kastara dalam menyelenggarakan ajang kompetisi positif bagi generasi muda.
Anita mendorong para peserta dan generasi muda untuk memanfaatkan festival ini sebagai sarana mengasah kemampuan, mencari pengalaman, dan melakukan evaluasi diri.
“Lewat ajang ini, anak-anak muda bisa show off kemampuan dan mengukur sejauh mana potensi yang dimiliki. Dari sini mereka bisa melihat bahwa masih banyak ruang untuk berkembang, baik dalam literasi menulis maupun berekspresi,” kata Anita.
Ia juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan platform digital seperti TikTok secara positif guna mengunggah karya-karya sastra maupun momen kegiatan literasi.
“Teruslah menulis dan berkarya. Menulis itu memang tidak mudah dan butuh proses, tetapi harus terus ditingkatkan. Harapannya, kegiatan seperti ini turut menyiapkan generasi muda yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Anita Permatasari
Ketua Kastara, Andi Riyandi, mengungkapkan harapannya agar kegiatan mendatang lebih banyak lagi diikuti oleh peserta dan mendapat dukungan penuh dari semua pihak.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Jakarta Utara dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Komunitas Sastra ini. Semoga langkah awal kami dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ujar Andi.
Terlebih, menurut Andi, Festival Komunitas Sastra ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan serupa yang dilaksanakan di 5 Kota Administratif Jakarta, di mana para pemenangnya akan dipertemukan kembali dalam lomba serupa tingkat provinsi pada gelaran Festival Sastra Jakarta yang akan berlangsung di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, pada tanggal 4 November 2026.
“Semoga nantinya ada perwakilan dari Jakarta Utara yang keluar sebagai juara di tingkat provinsi,” harap Andi.
Berikut Daftar Pemenang Lomba
MENULIS CERPEN:
Juara 1 : Ibrahim Ibnu Sina (SMAN 80)
Juara 2 : Annisa Dwi Febrianti (Tunas Pembangunan)
Juara 3 : Muhammad Regan F (SMAN 72)
CIPTA PUISI
Juara 1 : Hitadewi Angeline (Tzu Chi Secondaary)
Juara 2 : Syifa Nabila Yusuf (SMAN 80)
Juara 3 : Gabriela Venila (SMKN 23)
BACA PUISI
Juara 1 : Aura Krida Kasturi (SMKN 12)
Juara 2 : Adarra Muthia Ramadan (SMAN 13)
Juara 3 : Rahmi Utamitri (SMAN 40)
MONOLOG
Juara 1 : Safir Arkamaya (SMPN 30)
Juara 2 : Arindah Zahraa Agus Salim (SMPN 295)
Juara 3 : Abisatya Shifan Syaakir (SMP Wijaya Kusuma(





