Bidang Sastra HSBI dan LSBPI MUI Hadirkan Tadarus Puisi di Balai Sastra

PojokTIM – Jalan menuju Festival Sastra Islam Dunia 2027 terus dirintis oleh Bidang Sastra Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI). Upaya itu tak hanya diwujudkan lewat perencanaan jangka panjang, tetapi juga melalui kegiatan-kegiatan yang menyentuh langsung ruang publik sastra. Salah satunya adalah penyelenggaraan Tadarus Puisi bersama Lembaga Seni Budaya Peradaban Islam (LSBPI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada bulan Ramadan ini.

“Sekalian mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan pembacaan dan musikalisasi puisi, talk show serta teater,” ujar Ketua Bidang Sastra HSBI, Helvy Tiana Rosa, di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Acara Tadarus Puisi dijadwalkan berlangsung di Balai Sastra Lantai 4 PDS HB Jassin, Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki (TIM), pada Jumat, 6 Maret 2026, pukul 14.00–17.00 WIB. Mengangkat tema Ramadan dan Tanggung Jawab Kata: Sastra Islam di Tengah Luka Dunia menjadi penanda jika kegiatan ini tidak sekadar ritual kesenian, tetapi juga ruang refleksi sosial.

Helvy menjelaskan, tema tersebut lahir dari keprihatinan atas berbagai peristiwa global yang dinilai melukai nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan. Terbaru, serangan sepihak Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran yang memperlihatkan betapa dunia tengah berada dalam luka yang belum sembuh. Dalam situasi seperti itu, kata-kata—terutama yang lahir dari kesadaran spiritual—memikul tanggung jawab moral yang tidak ringan.

“Dalam situasi seperti ini, menurutnya, sastra memiliki tanggung jawab moral untuk tidak diam. Kata-kata harus menjadi saksi, sekaligus pengingat nurani,” tegas dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu.

Acara ini akan dibuka oleh Ketua Bidang Seni Budaya MUI, Drs H Pasni Rusli. Sementara sesi diskusi menghadirkan narasumber dari kalangan sastrawan dan budayawan yakni Habiburrahman El Shirazy, Helvy Tiana Rosa, dan Fikar W Eda, dengan moderator Ayu Puspa Nanda.

Suasana Ramadan juga akan dihadirkan melalui musikalisasi puisi oleh Sanggar Matahari Gen Z dan Jejak Aksara, serta persembahan khusus dari Teater Anak Kosong Satoe. Selain itu, parade pembacaan puisi akan menampilkan sejumlah penyair terkemuka Tanah Air, di antaranya Ahmadun Y. Herfanda, Kiai Cepu, Ahmad Hadi Yasin, M. Irfan Hidayatullah, Putra Gara, Galeh Pramudianto, Yon Bayu Wahyono, dan dan Rahmi Yuli.

Melalui Tadarus Puisi ini, HSBI berharap sastra Islam dapat terus hadir sebagai ruang tafakur, kesaksian, sekaligus keberpihakan moral—terutama di bulan Ramadan, ketika kata-kata diuji bukan hanya keindahannya, tetapi juga keberanian dan kejujurannya.

Bagikan ke Media Sosial

Pos terkait