Sudin Kebudayaan Dukung Pengembangan Ekosistem Sastra di Jakarta Pusat

Kasudin Kebudayaan Jakarta Pusat Andri Ferdian saat menerima audiensi pengurus Sajak Pusat. Foto: Sri Rahayu

PojokTIM — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat melalui Suku Dinas Kebudayaan menyatakan dukungan terhadap upaya Komunitas Sastra Jakarta Pusat (Sajak Pusat) dalam membangun ekosistem kesenian, khususnya sastra, di wilayah Jakarta Pusat. Dukungan ini menguatkan kembali posisi kawasan Senen sebagai ruang historis lahirnya tradisi kesenian modern di Indonesia.

Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Pusat, Andri Ferdian, mengapresiasi inisiatif Sajak Pusat yang dinilainya sejalan dengan semangat pelestarian dan pengembangan kebudayaan urban. Ia mengingatkan bahwa Jakarta Pusat, terutama kawasan Senen, pernah menjadi episentrum kesenian nasional yang melahirkan banyak tokoh besar sastra dan seni pertunjukan.

“Sudin Kebudayaan Jakarta Pusat akan berusaha semaksimal mungkin memfasilitasi kegiatan yang dilakukan Sajak Pusat,” ujar Andri Ferdian saat menerima audiensi pengurus Sajak Pusat di ruang kerjanya, Selasa (10/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia didampingi Kasi Pemanfaat Sudin Kebudayaan Jakarta Pusat, Saminem.

Menurut Andri, pengembangan sastra tidak bisa dilepaskan dari pemetaan potensi yang ada. Ia berharap ke depan ada pendataan yang lebih sistematis mengenai keberadaan seniman, komunitas, serta ruang-ruang ekspresi sastra di Jakarta Pusat. Dengan begitu, karya yang dibawa ke tingkat provinsi tidak hanya terbatas pada seni tradisi, tetapi juga mencakup seni kontemporer, khususnya sastra.

“Kita ingin Jakarta Pusat tidak hanya dikenal sebagai wilayah administratif, tetapi juga sebagai ruang tumbuh sastra yang hidup dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam audiensi tersebut, Ketua Sajak Pusat, Yon Bayu Wahyono, didampingi Nanang R. Supriyatin dan Sri Rahayu, memaparkan sejumlah program kerja yang akan dijalankan sepanjang 2026. Program utama yang disampaikan adalah penyelenggaraan Festival Senen II sebagai kelanjutan dari kegiatan serupa yang digelar pada 2025.

“Pertama tentu kami akan menyelenggarakan Festival Senen II. Kami berharap kegiatan ini mendapat dukungan dari Sudin Kebudayaan, supaya festival yang sudah dimulai tahun lalu dapat menjadi agenda tetap dan kelak menjadi ikon sastra Jakarta Pusat,” kata Yon Bayu.

Selain festival, Sajak Pusat juga merancang program pelatihan dan lomba penulisan cerita pendek (cerpen), puisi, serta lomba baca puisi. Sasaran kegiatan ini adalah remaja yang berdomisili atau sedang menempuh pendidikan di wilayah Jakarta Pusat. Program tersebut diharapkan dapat menjadi ruang kaderisasi penulis dan pembaca puisi muda di tengah minimnya ruang apresiasi sastra formal.

“Para pemenang lomba nantinya akan menjadi duta Jakarta Pusat untuk mengikuti Festival Sastra tingkat provinsi yang direncanakan berlangsung pada 2027, bertepatan dengan peringatan lima abad Kota Jakarta,” papar Yon Bayu.

Audiensi ini menjadi penanda awal sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas sastra dalam menghidupkan kembali tradisi literasi kultural di Jakarta Pusat. Dengan dukungan kebijakan dan fasilitasi ruang, sastra diharapkan tidak hanya hadir sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai ekosistem yang tumbuh dari warga, oleh warga, dan untuk kota itu sendiri.

Bagikan ke Media Sosial

Pos terkait