Pesta Sastra Pelajar, Upaya Lingkar Sajak Jaksel Tumbuhkan Bibit Sastrawan

PojokTIM – Puluhan pelajar setingkat SLTA se-Jakarta Selatan unjuk kebolehan dalam gelaran cipta puisi, merangkai cerita dan baca puisi dalam Pesta Sastra Pelajar – Festival Komunitas Jakarta Selatan 2026 yang memuncak pada Rabu (14/10/2026) di Gedung Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB), Tebet. Digelar oleh Lingkar Sajak Jaksel, perhelatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ikhtiar melahirkan generasi baru sastrawan muda dari Jakarta Selatan.

Sebagai wadah dan simpul ruang kreatif komunitas lokal, Lingkar Sajak Jaksel konsisten menghidupkan ekosistem literasi lewat workshop penulisan puisi, cerpen, hingga panggung apresiasi baca puisi.
Ketua Lingkar Sajak Jaksel, Mustafa Ismail, menuturkan bahwa puncak acara ini menjadi ruang penting untuk memantik semangat berkarya generasi muda.

“Pesta Sastra Pelajar Festival Komunitas Jakarta Selatan merupakan puncak kegiatan sastra yang dilaksanakan Lingkar Sajak Jaksel. Hal paling penting dalam menghidupkan sastra adalah menciptakan ruang apresiasi, memantik semangat berkarya, dan yang utama: mencari bibit-bibit baru di dunia sastra,” ujar Mustafa.

Para juara 1, 2, dan 3 dari setiap kategori kompetisi tahun ini tidak berhenti di tingkat kota. Merekalah yang akan menjadi utusan resmi Jakarta Selatan untuk bertarung di tingkat provinsi dalam ajang Festival Sastra Jakarta yang bakal berlangsung pada 4 November 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

Di panggung provinsi mendatang, kontingen Jakarta Selatan akan beradu karya dengan para pemenang dari empat wilayah kota administrasi lainnya, yaitu Kosakata (Jakarta Barat), Sajak Pusat (Jakarta Pusat), KSJT (Jakarta Timur), dan Kastara (Jakarta Utara, yang baru akan menggelar ajang serupa pada 18 Oktober mendatang.

Mustafa Ismail pun memberikan lecutan semangat bagi para perwakilan Jakarta Selatan agar tampil habis-habisan saat berlaga di TIM nanti. “Jangan sampai tidak ada pemenang di tingkat provinsi dari Jakarta Selatan,” pesan Mustafa.
Sinergi Komunitas.

Ketua Panitia, Dedy Tri Riyadi, menyampaikan bahwa perhelatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 hingga 15.00 WIB ini berhasil menghimpun para seniman, penggiat seni, penulis, hingga para pendidik bidang bahasa dan sastra. Rangkaian acara dimeriahkan oleh babak Final Lomba Baca Puisi, pengumuman pemenang karya cipta, serta pentas seni. Dukungan penuh juga mengalir dari pihak pemerintah daerah.

Agung Priosusanto, Kepala Seksi Pembinaan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan yang hadir mewakili Kasudinbud Jaksel, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi strategis ini. Meski berada dalam kondisi efisiensi anggaran, pihaknya tetap berkomitmen menyediakan alokasi program pelatihan, seperti menghadirkan narasumber dan pelatih untuk pelatihan guru selama 10 hari di PPSB.
“Ini adalah langkah strategis bersama dalam memajukan apresiasi karya sastra di Jakarta Selatan. Tunjukkan penampilan terbaik kalian. Ajang ini adalah jembatan penting bagi masa depan sastra anak-anak muda kita,” tutur Agung.

Sementara itu, Ketua Festival Sastra Jakarta Pusat, Yon Bayu Wahyono, menjelaskan bahwa pada tingkat provinsi nanti, lomba cipta puisi, penulisan cerpen, dan baca puisi akan dilaksanakan secara on the spot (langsung di tempat).

“Festival Sastra Jakarta adalah ikhtiar untuk mengadakan kegiatan sastra berjenjang secara rutin sebagai bagian dari upaya membumikan Jakarta sebagai Kota Sastra, sebuah predikat bergengsi yang telah disematkan oleh UNESCO sejak tahun 2021,” terang Yon Bayu.

Pesta Sastra Pelajar juga diisi dengan diskusi yang membahas karya-karya peserta lomba.

Daftar Pemenang Pesta Sastra Pelajar Jakarta Selatan 2026

Lomba Cipta Puisi
Siti Indriyani Putri (SMAN 70 Jakarta) – Judul: “Elegi Piringan Hitam di Sebuah Kota”
Riilov Ataulla Amabel (SMKN 41 Jakarta) – Judul: “Lemarimu Menyimpan Rudal dan Aurum”
Selvina Okti Dwihartari (SMAN 49 Jakarta) – Judul: “Condet, Sebelum Tanah itu Digebet”

Lomba Cipta Cerpen
Nadha Azahra (SMAN 6 Jakarta) – Judul: “Jakarta, Jangan Telan Ayahku”
Thalita Nada Rania (SMKN 59 Jakarta) – Judul: “Rwa Bhineda: Bentuk yang Mereka Ciptakan”
Wiko Galih Pratama (SMK Makarya 1 Jakarta) – Judul: “Ruang yang Tak Dicari”

Lomba Baca Puisi
Reyna Fidelia (SMA Muhammadiyah 18 Jakarta)
Avisa Khalifah R. (SMAN 46 Jakarta)
Resya K. Rizki (SMAN 46 Jakarta)

Bagikan ke Media Sosial

Pos terkait