Salah satu penampilan siswa dalam dramatik puisi. Foto: PojokTIM
PojokTIM – Rangkaian kegiatan Festival Sastra yang diselenggarakan oleh komunitas Kosakata Jakarta Barat resmi ditutup pada Minggu (13/9/2026). Acara penutupan pelatihan sastra dan monolog tersebut berlangsung khidmat dan meriah di Ruang Kurusetra, Gedung Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Jakarta Barat.
Pelatihan yang mendalami materi sastra dan seni monolog dan diikuti oleh 46 pelajar yang berasal dari 9 sekolah di wilayah Jakarta Barat terswebut berlangsung selama 10 hari. Tingginya minat para peserta membuat kuota awal pelatihan terlampaui.
“Materi pelatihan yang kami sajikan cukup lengkap dengan menghadirkan para tutor maestro. Karena kelengkapan materi ini, banyak sekolah yang ingin mengirimkan siswanya karena dianggap sebagai pe,bekalan untuk menghadapi Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N),” ujar Koordinator Pelatihan dari Komunitas Kosakata Jakarta Barat, Anto Ristar Gie.
Namun karena jumlah peserta memang dibatasi, terpaksa keinginan sejumlah sekolah ditolak. “Jadi, siswa yang mengikuti pelatihan benar-benar merupakan siswa terpilih,” kata Anto.
Hal senada disampaikan oleh Emi Suy, salah satu panitia sekaligus mentor pelatihan cipta puisi. Ia menyebutkan antusiasme peserta sangat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung.
“Awalnya kami menargetkan 35 peserta, tetapi yang mendaftar dan berpartisipasi mencapai 46 orang. Para siswa sangat menikmati setiap kelas pelatihan. Selamat kepada para pemenang,” kata Emi.
Kepala Seksi Pembinaan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat, Bayu Permana, memberikan apresiasi tinggi terhadap hasil akhir dari pelatihan ini. Menurutnya, penampilan yang disuguhkan para peserta di penutupan acara menunjukkan kualitas yang luar biasa.
“Kami sangat bersyukur pelatihan ini memiliki output yang bagus. Khusus untuk pelatihan monolog, ini merupakan permintaan khusus dengan harapan dapat melahirkan aktor atau aktris berbakat hasil pembinaan Sudin Kebudayaan. Tentu ada kebanggaan tersendiri melihat kegiatan yang juga dikemas dalam bentuk kompetisi ini,” tuturnya.
Atas kesuksesan kegiatan pelatihan tersebut, Bayu berharap kegiatans erupa dapat dilakukan kembali pada tahun mendatang.
Dipandu oleh pembawa acara Azzam dan Inung, acara penutupan juga diwarnai dengan berbagai pertunjukan seni dari para peserta. Di antaranya penampilan dramatik puisi berjudul Narkoba No, pembacaan puisi dan pantun berkelompok, serta sajian musikalisasi puisi bertajuk Aku Cinta Kamu dengan iringan musik dari Jambul.
Dalam rangkaian itu, juga digelar Festival Komunitas yang diisi dengan diskusi buku antologi puisi karya Emi Suy yang berjudul Perempuan Mesti Bisa Menjahit, Setidaknya Menjahit Lukanya Sendiri dengan pemateri Alex R. Nainggolan dan Acha Ahim, serta pembacaan puisi oleh penyair ternama seperti Jose Rizal Manua, Imam Ma’arif, dan Octavianus Masheka.
Sebagai bentuk evaluasi dan apresiasi setelah menerima materi pelatihan, para peserta diberikan kesempatan untuk berkompetisi dalam lomba Baca Puisi, Cipta Puisi, dan Cipta Cerpen.
Berikut adalah daftar pemenang dari masing-masing kategori lomba:
Lomba Monolog
Juara I: Pricilla Ivana (SMAN 19 Jakarta)
Juara II: Dea Amanda SMKN 42 Jakarta
Juara III: Tya Khoirunnisa (SMAN 72 Jakarta)
Lomba Baca Puisi
Juara I: Pricilla Ivana (SMAN 19 Jakarta)
Juara II: Muhammad Khairul Fatah (MAN 12 Jakarta)
Juara III: Keisha Francescha (SMA Santo Kristoforus 2)
Lomba Cipta Puisi
Juara I: Keisya Putri Anggriani Pasaribu (SMKN 42 Jakarta)
Juara II: Narita Sukhi Dunawan (SMAN 19 Jakarta)
Juara III: Fahri Husaini (SMK Tri Arga 2 Jakarta)
Lomba Cipta Cerpen
Juara I: Humphrey Halim (SMA Santo Kristoforus 2)
Juara II: Muhammad Hibban Jalal (MAN 12 Jakarta)
Juara III: Adellya Putri (SMAN 19 Jakarta)





