Risma bersama Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom. Foto: ist
PojokTIM – Kemah Budaya yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, 18-17 Januari 2026 di Kampung Baduy, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, merupakan rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Acara tersebut menjadi ruang pertemuan lintas generasi yang sarat nilai kebudayaan. Di antara para peserta yang didominasi wartawan dan sastrawan senior, hadir juga sosok sastrawan muda yang mencuri perhatian. Namanya Risma Nailul Muna.
Risma menunjukkan antusiasme tinggi terhadap isu-isu budaya dan lingkungan. Selama berada di Baduy, ia aktif terlibat dalam diskusi hangat bersama warga setempat. Berbagai bahasan mengemuka, dari kebiasaan masyarakat Baduy memulai hari untuk pergi ke ladang, aktivitas berdagang, proses menenun kain, hingga cara mereka menjaga harmoni antara manusia dan alam.
Meski harus beradaptasi dengan keterbatasan fasilitas dan aktivitas lapangan yang cukup menguras tenaga, Risma mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting tentang kesederhanaan, kedisiplinan, dan ketahanan hidup.
Keikutsertaan Risma Nailul Muna dalam Kemah Budaya HPN 2026 menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki ruang strategis dalam merawat sastra dan kebudayaan Indonesia.
“Saya tertarik mengikuti Kemah Budaya karena ingin terhubung dan belajar langsung dari para sastrawan senior serta wartawan dari berbagai daerah. Tentunya juga untuk memperluas jejaring dan relasi, menambah wawasan baru. Kebetulan lokasinya di Kampung Baduy, jadi bisa sekalian belajar memahami secara lebih mendalam kearifan lokal dan kebudayaan masyarakatnya, baik dalam aspek kehidupan sosial, tradisi, maupun nilai-nilai hidup yang mereka pegang teguh,” ujarnya.
Risma selama ini aktif berkegiatan di sejumlah komunitas literasi, di antaranya Komunitas Ruang Kita Majalengka Book Party dan Asosiasi Guru Penulis Majalengka. Selain itu, ia menjadi kontributor tetap di website Penadiksi serta aktif menulis di Buletin Serambi Kata, Nisa.co.id, Gemuruh Sastra, Kompasiana, dan blog pribadinya.
Untuk diketahui, selama mengikuti Kemah Budaya peserta diajak menyelami kehidupan masyarakat adat yang hingga kini konsisten menjaga nilai tradisi, kearifan lokal, serta kelestarian alam sebagai bagian dari prinsip hidup mereka.





