FPS TIM Galang Solidaritas untuk Korban Gempa Flores

PojokTIM – Front Penggerak Seni TIM (FPS TIM) kembali menggelar Jumat Aksi Seni (JAS) di pelataran depan Taman Ismail Marzuki, Cikini Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026). Selain menjadi ruang rutin untuk menyuarakan berbagai persoalan yang terjadi di TIM, kegiatan kali ini juga menjadi bentuk solidaritas seniman terhadap korban bencana gempa bumi magnitudo 7,2 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan diawali dengan doa bersama untuk para korban bencana. FPS TIM juga mengajak para seniman dan penonton yang hadir untuk menyisihkan sebagian rezeki mereka guna membantu warga yang terdampak.

“Jadi kita doakan para korban agar tabah dalam menghadapi cobaan. Kami juga mengimbau agar siapa saja mau menyisihkan rezekinya untuk membantu saudara-saudara kita,” ujar Tia Fairuz yang bertindak sebagai MC dalam kegiatan tersebut.

Menurut Tia, korban meninggal dunia akibat gempa yang tersebar di sejumlah kabupaten di Flores, antara lain Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, Ngada, Ende, dan Manggarai Barat, mencapai 103 hingga 111 jiwa. Sementara itu, korban luka berat dan ringan tercatat lebih dari 1.600 orang. Ratusan ribu warga juga mengungsi karena tempat tinggal mereka terdampak atau mengalami kerusakan sehingga tidak aman untuk ditempati.

Kondisi tersebut masih diperparah dengan terjadinya gempa susulan, meskipun dengan magnitudo yang lebih kecil.

“Berapa pun donasi yang Anda berikan, sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Bantuan yang terkumpul akan kami salurkan kepada para korban,” kata Tia.

Solidaritas FPS TIM tidak hanya ditujukan kepada korban gempa di Flores. Sejumlah bencana kebakaran yang melanda Kalimantan, Papua, hingga Sumatera, termasuk kebakaran di kawasan Way Kambas, Lampung, juga menjadi perhatian para seniman.

Tia Fairuz. Foto: PojokTIM

Sebelum memulai aksi seni, FPS TIM mengajak peserta dan penonton untuk bersama-sama mendoakan para korban bencana. Doa dan penggalangan donasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian JAS yang berlangsung di tengah berbagai persoalan yang selama ini disuarakan komunitas seni di TIM.

Kegiatan itu dihadiri Ketua Masyarakat Pekerja Seni Indonesia (MPSI) Mujib Hermani, Head of Strategic Business Unit (SBU) TIM PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Anya A. Christiana, serta puluhan seniman.

Sejumlah seniman turut memeriahkan acara dengan pembacaan puisi. Mereka antara lain Sharon Leoni, Yon Bayu Wahyono, Ina SK, Megawati Nurdin, Dyah Kencono Puspito Dewi, Nuyang Jamiee, Jack Al Ghazali, Den Cupak, dan Meri TN.

Koordinator FPS TIM, David Karo-Karo, mengatakan agenda utama FPS TIM yakni menuntut pengembalian marwah TIM sebagai ruang kebudayaan dan kesenian, tetap akan dilanjutkan. Namun, pada kegiatan JAS kali ini, FPS TIM memilih memfokuskan perhatian pada aksi solidaritas bagi para korban bencana.

“Acara akan berlangsung hingga pukul 21.00 WIB,” ujar David.

 

Bagikan ke Media Sosial

Pos terkait