Kepala Sudin Kebudayaan Jakarta Barat Arif Rahman. Foto: PojokTIM
PojokTIM– Kepala Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Barat, Arif Rahman, menyambut gembira pelaksanaan Pelatihan Sastra dan Monolog yang digagas Komunitas Sastra Kosakata Jakarta Barat. Pelatihan yang ditujukan bagi para pelajar SMA sederajat ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Sastra Jakarta Barat.
“Kalian merupakan siswa terpilih yang beruntung bisa mengikuti pelatihan sastra langsung bersama para sastrawan senior,” ujar Arif saat membuka kegiatan di Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Jakarta Barat, Rabu (2/9/2026).
Mantan Kepala Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM) tersebut berpesan agar para peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan sungguh-sungguh. Untuk memacu semangat, Arif menjanjikan karya-karya terbaik peserta akan diunggah di akun resmi Sudin Kebudayaan Jakarta Barat, serta menyiapkan apresiasi khusus.
“Nanti saya beri hadiah khusus bagi peserta yang bisa mengikuti kegiatan ini secara penuh dari awal sampai akhir,” tambahnya.

Anto RistarGie, Foto: PojokTIM
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Anto RistarGie, menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti sekitar 40 siswa yang mewakili berbagai sekolah di Jakarta Barat. Di antaranya berasal dari SMAN 19 Jakarta, SMKN 72 Jakarta, SMK Sumpah Pemuda, MAN 12 Jakarta, SMA Santo Kristoforus 2, dan SMKN 13 Jakarta.
Rangkaian pelatihan berlangsung selama 10 hari, 2–11 September 2026, dengan menghadirkan deretan pemateri berpengalaman seperti Jose Rizal Manua, Kurnia Effendi, Emy Suy, Octavianus Masheka, serta sejumlah mentor ternama lainnya.
“Ini merupakan pelatihan sastra pertama yang diselenggarakan di Jakarta Barat. Selain berguna untuk membekali siswa yang akan berlaga di Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), kegiatan ini bertujuan membangun ekosistem sastra yang berkelanjutan di Jakarta Barat,” ungkap Anto seraya menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Sudin Kebudayaan Jakarta Barat.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan dua materi utama, yakni Esai Sastra yang dibawakan oleh Yon Bayu Wahyono dan Dasar-Dasar Sastra oleh Acha Ahim. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Sebelum sesi berakhir, para peserta ditantang langsung untuk meracik tulisan esai dalam waktu 40 menit.

Suasana pelatihan. Foto: PojokTIM
Yon Bayu Wahyono mengapresiasi potensi yang ditunjukkan para pelajar selama sesi praktik penulisan.
“Banyak tulisan peserta yang cukup menjanjikan. Namun yang terpenting, siswa dapat memahami urgensi kecakapan menulis serta memahami karakteristik esai sastra itu sendiri,” tutur penulis novel PRASA: Operasi Tanpa Nama tersebut.
Ia optimistis, melalui program pelatihan yang intensif dan pendampingan terarah, Jakarta Barat akan melahirkan bibit-bibit penulis baru yang siap mewarnai dunia literasi nasional.





