Antologi 75 TAHUN ADW Diluncurkan, Ratusan Penyair Beri Penghormatan untuk Adri Darmadji Woko

PojokTIM – Ratusan penyair dan seniman dari berbagai daerah memberikan penghormatan kepada penyair senior Adri Darmadji Woko melalui penerbitan buku antologi puisi 75 TAHUN ADW. Buku yang memuat karya para penyair dan seniman tersebut akan diluncurkan pada Sabtu, 4 Juli 2026, pukul 13.30 WIB hingga selesai, di Aula Perpustakaan Kota Depok, Jawa Barat.

Peluncuran buku akan dirangkai dengan diskusi sastra yang menghadirkan Noorca M. Massardhi dan Sihar Ramses Simatupang sebagai narasumber, dipandu moderator Willy Ana. Acara akan dipandu oleh Shinta Miranda dan dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh para penyair.

Penggagas penerbitan buku, Badri AQT, mengatakan antologi tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Adri Darmadji Woko yang genap berusia 75 tahun pada 28 Juni 2026.

“Penerbitan buku 75 TAHUN ADW didedikasikan kepada Mas Adri Darmadji Woko yang pada 28 Juni 2026 berusia 75 tahun. Koloni Seniman Ngopi Semeja (KSENGSEM) bersama K Publisher Depok berupaya menjembatani penghormatan itu melalui penerbitan dan peluncuran buku ini secara sederhana,” ujar Badri, Rabu (1/7/2026).

Selain menjadi persembahan ulang tahun, buku tersebut juga diharapkan menjadi dokumentasi penting mengenai jejak kesenian Adri Darmadji Woko yang telah mewarnai perkembangan sastra dan teater Indonesia sejak dekade 1970-an.

Seniman Nurhadi eMSa mengenang sosok Adri sebagai bagian penting dari perjalanan teater yang pernah dijalaninya. Menurutnya, setelah lulus SMA pada 1974 ia sempat berniat bergabung dengan kelompok Teater Bulungan. Namun pertemuannya dengan Adri Darmadji Woko, Uki Bayu Sedjati, Tjok Hendro, dan Dharnoto justru membawanya bergabung dengan kelompok Teater Lisendra yang bermarkas di kawasan Tanah Abang.

Bersama Lisendra, ia mengikuti berbagai pementasan di sejumlah kota seperti Bandung, Bogor, Tegal, dan Cilegon. Dalam berbagai proses latihan hingga larut malam di Tanah Abang maupun Taman Ismail Marzuki (TIM), Adri Darmadji Woko kerap hadir memberikan perhatian terhadap para pemain.

“Di situlah kedekatan kami dengan Mas ADW terjalin. Banyak kenangan yang tidak terlupakan, mulai dari berjalan kaki bersama melewati Kalipasir sepulang dari TIM hingga berkumpul menikmati teh moci di kawasan Kramat. Mas ADW adalah salah satu tokoh seniman angkatan 1970-an yang meninggalkan kesan mendalam bagi kami,” kenangnya.

Sementara itu, sastrawan Sihar Ramses Simatupang menilai Adri Darmadji Woko merupakan salah satu nama penting dalam sejarah perpuisian Indonesia. Menurutnya, Adri termasuk dalam kelompok “Penyair Muda di Depan Forum” yang digagas Dewan Kesenian Jakarta pada akhir 1970-an.

Kelompok tersebut melahirkan sejumlah nama yang kemudian mewarnai perkembangan sastra Indonesia, di antaranya Adri Darmadji Woko, B. Prijono Soediono, Dami N. Toda, Handrawan Nadesul, Joss Sarhadi, Noorca Marendra (Noorca ANM Massardi), dan Sjafrial Arifin.

“Diskusi mengenai karya, sosok, dan sejarah sosial mereka penting untuk terus dilakukan, terutama agar generasi pencinta sastra masa kini dapat memahami mata rantai perkembangan sastra Indonesia,” ujar Sihar.

Melalui penerbitan antologi 75 TAHUN ADW, para penyair dan seniman tidak hanya merayakan usia seorang penyair, tetapi juga menghadirkan penghormatan terhadap jejak panjang pengabdian Adri Darmadji Woko dalam dunia sastra dan teater Indonesia. Buku ini diharapkan menjadi penanda bahwa apresiasi terhadap para pelaku seni dapat dilakukan melalui karya, dokumentasi, dan ruang perjumpaan lintas generasi.

Bagikan ke Media Sosial

Pos terkait