Novi Anoegrajekti. Foto: PojokTIM
PojokTIM – Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) kembali menegaskan optimismenya terhadap peluang penyair Taufiq Ismail meraih Hadiah Nobel Sastra. Keyakinan itu didasarkan pada kekuatan karya-karya Taufiq yang dinilai memiliki kualitas universal serta keberanian menyuarakan kritik terhadap tirani kekuasaan melalui puisi-puisinya.
Ketua Umum HISKI Prof Dr Novi Anoegrajekti mengatakan, karya-karya Taufiq Ismail tidak hanya penting dalam sejarah sastra Indonesia, tetapi juga memiliki daya jangkau kemanusiaan yang sebanding dengan para penerima Nobel Sastra dari berbagai negara.
“Taufiq Ismail memiliki kekuatan yang setara, bahkan melebihi karya-karya sejumlah sastrawan dunia yang pernah meraih Hadiah Nobel Sastra. Ia melawan tirani kekuasaan melalui karya-karya monumentalnya seperti Tirani dan Benteng. Setelah rezim Orde Baru tumbang pun, beliau tetap kritis melalui puisi-puisi seperti Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia,” ujar Guru Besar Susastra Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Ia mengaku optimistis penyair kelahiran Bukittinggi itu memiliki peluang untuk memperoleh penghargaan sastra paling bergengsi di dunia tersebut.
“Saya optimistis Pak Taufiq Ismail bisa meraih Hadiah Nobel,” katanya.
Optimisme itu semakin menguat setelah Akademi Swedia memperluas kelompok yang berhak mengajukan nominasi Nobel Sastra. Selain anggota Akademi Swedia dan para penerima Nobel sebelumnya, nominasi juga dapat diajukan oleh profesor sastra dan bahasa di berbagai universitas, serta ketua organisasi atau perkumpulan penulis yang mewakili produksi karya sastra di masing-masing negara. Posisi tersebut membuka ruang bagi HISKI untuk mengusulkan nama Taufiq Ismail sebagai kandidat Nobel Sastra.
Meski demikian, Novi mengingatkan bahwa pengajuan nominasi hanyalah tahap awal. Seluruh keputusan mengenai penerima Hadiah Nobel Sastra tetap berada di tangan Akademi Swedia setelah melalui proses seleksi dan penilaian yang panjang.
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi sastra Indonesia adalah keterbatasan akses pembaca internasional terhadap karya-karya terbaik Indonesia.
“Perlu juga kita menerjemahkan karya-karya sastra Indonesia ke dalam bahasa Swedia agar lebih mudah dibaca dan dipahami oleh anggota Akademi Swedia,” ujarnya saat menjawab pertanyaan mengenai belum adanya sastrawan Indonesia yang berhasil meraih Nobel Sastra.
Hadiah Nobel Sastra sendiri merupakan penghargaan internasional yang diberikan setiap tahun oleh Akademi Swedia kepada sastrawan yang dinilai menghasilkan karya dengan kontribusi luar biasa bagi kemanusiaan. Sejak pertama kali dianugerahkan pada 1901, Nobel Sastra telah melahirkan nama-nama besar dunia seperti Rabindranath Tagore, Gabriel García Márquez, Toni Morrison, Orhan Pamuk, hingga Abdulrazak Gurnah. Selain kualitas artistik, para penerima Nobel umumnya dinilai memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan sastra dunia serta mampu menghadirkan persoalan kemanusiaan yang melampaui batas-batas bangsa dan bahasa.
Dalam beberapa bulan terakhir, HISKI secara aktif mendorong pencalonan Taufiq Ismail sebagai kandidat Nobel Sastra. Organisasi tersebut memanfaatkan peluang baru yang memungkinkan asosiasi profesi sastra mengajukan nominasi resmi. Selain menghimpun dukungan dari kalangan akademisi dan sastrawan, HISKI juga menilai upaya penerjemahan karya-karya Taufiq ke berbagai bahasa asing menjadi langkah strategis agar pemikiran dan pencapaian estetik penyair tersebut semakin dikenal oleh komunitas sastra internasional.
Bagi HISKI, pencalonan Taufiq Ismail bukan sekadar ikhtiar untuk meraih sebuah penghargaan, melainkan juga momentum memperkenalkan khazanah sastra Indonesia kepada dunia. Organisasi itu berharap semakin banyak karya sastra Indonesia diterjemahkan, dikaji, dan dipublikasikan secara internasional sehingga memiliki posisi yang lebih kuat dalam percaturan sastra global. Dengan langkah tersebut, peluang lahirnya peraih Nobel Sastra pertama dari Indonesia diyakini akan semakin terbuka.





