TISI Hidupkan Kembali Karya “Manusia Masa Depan” di TIM

PojokTIM – Sastrawan pelopor Angkatan ’45, penulis skenario, sekaligus sutradara legendaris Indonesia, Asrul Sani, dipandang sebagai sosok “manusia masa depan” (The Coming Man). Pemikiran, karya, serta gagasan humanismenya dinilai melampaui zamannya dan tetap memiliki relevansi kuat bagi masyarakat modern saat ini.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI), Octavianus Masheka, saat membuka acara Mengenang 101 Tahun Asrul Sani di Plaza Teater Kecil, Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM), Kamis (10/9/2026).

“Sumbangan pemikiran Asrul Sani mengenai kebudayaan, kebebasan berkarya, hingga kritiknya terhadap sekularisasi ekstrem berfungsi layaknya ‘kapsul waktu’ yang mencerahkan arah kemanusiaan di masa depan,” ujar Octavianus di hadapan para seniman dan penikmat sastra yang hadir.

Asrul Sani dikenal melahirkan berbagai karya fenomenal dalam sejarah perfilman dan kesastraan Indonesia, di antaranya film legendaris Lewat Djam Malam dan Nagabonar, serta keterlibatannya dalam manifesto kebudayaan “Surat Kepercayaan Gelanggang” bersama Khairil Anwar dan Rivai Apin.

Peringatan yang berlangsung hangat sejak pukul 16.00 hingga 18.00 WIB ini dipandu oleh Ewith Bahar. Suasana Plaza Teater Kecil kian semarak dengan panggung pembacaan serta musikalisasi puisi yang membawakan karya-karya abadi sang maestro.

Sejumlah penyair, penggiat seni, dan sastrawan kenamaan turut ambil bagian mengisi panggung penghormatan ini. Di antaranya tampak Jose Rizal Manua, Fikar W Eda, D Kemalawati, Helvy Tiana Rosa, Devie Matahari, Nunung Noor El Niel, Rissa Churia, Imam Ma’arif, Iyus Jayadibumi, Nurhayati, Erna Winarsih Wiyono, Exan Zen, Fatin Hamama, Boyke Sulaiman, , Hana Adisti, Farinnisa, Indar, hingga Jambul.

Melalui pembacaan bait-bait puisi dan alunan musikalisasi, para pengisi acara mengajak penonton menyelami kembali rekam jejak pemikiran Asrul Sani, seorang sastrawan yang tak hanya mencatat sejarah, tetapi juga terus memberi arah bagi perjalanan kebudayaan bangsa.

 

Bagikan ke Media Sosial

Pos terkait