PojokTIM – Lomba Keterampilan Berbahasa dan Bersastra Indonesia (LKBBI) bukan sekadar panggung kompetisi, melainkan kawah candradimuka untuk mengasah kreativitas dan menguji mentalitas siswa. Dalam ajang ini, keberanian siswa untuk melangkah dan tampil jauh lebih bernilai ketimbang urusan menang atau kalah.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala SMPN 273 Jakarta, Tati Sutiarsih, saat membuka secara resmi pelaksanaan LKBBI Wilayah Jakarta Pusat I yang digelar di SMPN 273, Sabtu (26/9/2026).
“Kepada seluruh peserta, kalian telah menunjukkan keberanian luar biasa untuk menguji kapasitas diri di bidang bahasa dan sastra. Kerjakan setiap tantangan dengan kemampuan terbaik tanpa perlu terbebani oleh hasil akhir. Sebab, esensinya kalian semua sudah menjadi pemenang saat berani memutuskan untuk ikut berkompetisi,” ujar Tati, yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Jakarta Pusat I.
Apresiasi senada turut disampaikan oleh Perwakilan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia tingkat Provinsi DKI Jakarta, Wahyuning. Ia menekankan bahwa penguasaan keterampilan berbahasa dan bersastra merupakan fondasi krusial yang harus dimiliki siswa di era modern.
Di sisi lain, Ketua Panitia Pelaksana dalam laporannya menjelaskan bahwa LKBBI tahun ini diorientasikan penuh untuk menggenjot capaian literasi nasional serta melejitkan kemahiran berbahasa generasi muda. Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh 116 siswa berbakat yang mewakili 17 SMP sederajat di seluruh wilayah Jakarta Pusat.
Untuk menguji kompetensi para peserta, LKBBI kali ini menghadirkan berbagai kategori perlombaan yang variatif, mulai dari aspek performa hingga kreativitas digital, di antaranya Membaca Puisi, Membaca Berita, Cipta Cerpen, Menulis Artikel, hingga Cipta Iklan Digital.
“Peserta bukan hanya antusias, namun juga memiliki pengetahuan yang baik. Lomba semacam ini perlu diperkuat supaya lahir generasi literasi dan sastra yang mumpuni,” ujar Ujang Kasarung, salah satu juri LKBBI.





