PojokTIM – Omah Kreatif Arturah kembali menggelar Festival Drama Realis Remaja (FDRR) 2026 sebagai ajang apresiasi seni pertunjukan bagi pelajar tingkat SMA/SMK/sederajat di Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta, ini digelar selama empat hari, mulai 2 hingga 5 Juni 2026.
Festival tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat pendidikan karakter generasi muda melalui seni teater. Selain sebagai ajang kompetisi, FDRR juga diharapkan menjadi ruang belajar, berkarya, dan membangun jejaring antarkomunitas teater pelajar dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Tahun ini, penyelenggaraan FDRR mendapat dukungan melalui Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Wilayah X yang diterima Omah Kreatif Arturah. Kegiatan tersebut juga didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation.
Mengangkat tema “Muda Berkarakter, Identitas Budaya Masa Kini”, festival ini mengajak para pelajar untuk terus meneguhkan identitas budaya di tengah berbagai perubahan sosial dan perkembangan zaman. Melalui proses kreatif teater, peserta didorong mengasah kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta kepekaan terhadap persoalan sosial dengan tetap berpijak pada nilai-nilai budaya Indonesia.
Rangkaian pertunjukan dimulai pada 2 Juni 2026 pukul 16.00 hingga 22.00 WIB. Pementasan berlanjut pada 3 dan 4 Juni mulai pukul 13.00 hingga 22.00 WIB, sedangkan malam penutupan pada 5 Juni berlangsung pukul 16.00 hingga 22.00 WIB dan diakhiri dengan pengumuman pemenang serta penyerahan penghargaan.
Pimpinan Omah Kreatif Arturah, Turah Hananto, mengatakan bahwa festival ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, melainkan juga menjadi sarana edukasi dan silaturahmi bagi generasi muda melalui seni pertunjukan.
“Festival ini kami hadirkan sebagai ruang pertemuan, pembelajaran, sekaligus penguatan karakter generasi muda melalui panggung teater,” ujar Turah Hananto melalui keterangan tertulis, Selasa (2/6/2026).
Sebanyak 10 kelompok teater mengikuti kompetisi tahun ini, yakni Tesaloka dari SMA Negeri 1 Polokarto Sukoharjo, Teater Timboel dari SMA Negeri 5 Surakarta, Teater Larasati dari SMK Negeri 2 Sragen, Teater One dari SMA Negeri 1 Sragen, Teater 9 dari SMK Negeri 9 Surakarta, Teater Tawas dari SMA Walisongo Karangmalang Sragen, Teater Brastomolo dari SMA Negeri 1 Gemolong, Teater Kelana dari SMK Negeri 3 Surakarta, Teater Rimpang dari SMK Batik 1 Surakarta, serta Teater Golek dari SMA Negeri 4 Surakarta.
Selain peserta lomba, festival juga menghadirkan empat penampil ekshibisi yang menampilkan ragam bentuk seni pertunjukan. Mereka adalah Solo Mime Society, Istana Dongeng, Muhammad Irgi dari SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar yang membawakan monolog, serta Sanggar Jejak ISI Surakarta.
Menurut panitia, keterlibatan para pelajar dalam festival ini tidak hanya berkaitan dengan hasil pertunjukan di atas panggung. Proses latihan dan penciptaan karya juga menjadi sarana pembelajaran penting untuk membangun kerja sama, kepemimpinan, tanggung jawab, serta kemampuan artistik para peserta.
Dalam FDRR 2026, para peserta akan memperebutkan sejumlah penghargaan, antara lain Juara I, Juara II, Juara III, Aktor Terbaik, Aktris Terbaik, Artistik Terbaik, Musik Terbaik, dan Juara Favorit Pilihan Penonton.
Penilaian dilakukan oleh tiga juri yang berasal dari kalangan praktisi dan seniman teater berpengalaman, yaitu Hanindawan Soetikno, Djarot Budi Darsono, dan Asa Jatmiko. Ketiganya dikenal aktif berkarya di bidang teater, sastra, pendidikan seni, hingga perfilman.
Melalui penyelenggaraan festival ini, Omah Kreatif Arturah berharap ekosistem teater pelajar di Jawa Tengah semakin berkembang. Selain melahirkan bibit-bibit seniman muda, festival ini juga diharapkan mampu membentuk generasi yang kreatif, kritis, berkarakter, dan menjadikan seni sebagai bagian penting dari pembangunan budaya yang berkelanjutan.





