Deklarasi FSJ 2026, Meneguhkan Komitmen Membangun Ekosistem Sastra Berkelanjutan

PojokTIM – Para pelaku kebudayaan dan perwakilan komunitas sastra dari lima wilayah kota administrasi di DKI Jakarta secara resmi membacakan Deklarasi Festival Sastra Jakarta (FSJ) 2026. Pembacaan deklarasi tersebut berlangsung penuh khidmat di Teater Kecil, Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Rabu (4/11/2026).

Naskah deklarasi dibacakan secara bersama-sama oleh para tokoh komunitas sastra daerah, yaitu Anto RistarGie (Kosakata – Jakarta Barat), Imam Ma’arif (KSJT – Jakarta Timur), Mustafa Ismail (Lingkar Sajak Jaksel – Jakarta Selatan), Nanang R. Supriyatin (Sajak Pusat – Jakarta Pusat), Andi Riyandi (Kastara – Jakarta Utara) serta Yon Bayu Wahyono (Ketua Panitia FSJ 2026)

Melalui deklarasi bertajuk Menuju Lima Abad Jakarta, Menguatkan Kota Sastra Dunia, para deklarator menegaskan komitmen penuh komunitas dan pelaku seni untuk memperkuat ekosistem serta kehidupan sastra di seluruh penjuru Jakarta menyongsong usia kota yang memasuki lima abad.

Berikut teks lengkap Deklarasi FSJ 2026:

DEKLARASI

FESTIVAL SASTRA JAKARTA SJ 2026

Menuju Lima Abad Jakarta, Menguatkan Kota Sastra Dunia

Kami berkomitmen memperkuat kehidupan sastra di seluruh wilayah Jakarta, membuka ruang bagi keberagaman bahasa, gagasan, dan ekspresi, serta memastikan bahwa sastra tumbuh bersama masyarakatnya. Sastra harus menjadi ruang bersama bagi siapa pun untuk berkarya, membaca, dan menyuarakan kebenaran serta kemanusiaan.

Kami berkomitmen membangun ekosistem sastra yang hidup dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara sastrawan, komunitas, penerbit, media, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat. Kami percaya, sastra bukan hanya diciptakan, melainkan juga harus dibaca, dipertemukan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kami bertekad memperluas pergaulan sastra melalui penerjemahan, pertukaran gagasan, dan kerja sama lintas wilayah hingga mancanegara. Kami ingin sastra Jakarta menjadi jati diri yang kokoh—tumbuh dari rahim kota, hidup di tengah warganya, dan menjadi sumbangsih bagi peradaban.

Kami memandang predikat Kota Sastra bukanlah sekadar pengakuan atau garis akhir, melainkan tanggung jawab yang harus diwujudkan dalam kerja-kerja nyata. Karena itu, kami berkomitmen menjadikan sastra sebagai bagian dari keseharian warga, denyut ruang publik, dan arah utama pembangunan kebudayaan Jakarta.

Kami meneguhkan Jakarta sebagai Kota Sastra, tempat di mana kata diberi ruang, daya cipta dirawat, dan sastra menjadi denyut jantung masyarakatnya. Dari pusat dinamika kota, kami berkomitmen mengawal sastra agar terus mengalir dalam nadi peradaban Jakarta.

Kami, komunitas sastra dan para pelaku kebudayaan Jakarta, menyatakan komitmen penuh untuk merawat kehidupan sastra, memperluas ruang kreativitas, dan memperkuat jejaring kebudayaan.

Menyongsong lima abad Jakarta, kami tidak hanya merayakan perjalanan panjang sebuah kota, tetapi juga meneguhkan cita-cita tentang kota yang memberi tempat bagi kata, merawat daya cipta, dan mempertemukan manusia melalui sastra.

Jakarta, 4 November 2026

Bagikan ke Media Sosial

Pos terkait